Cara Anak Membangun Pertemanan Pertama di Daycare

Ilustrasi doodle dua anak balita saling menyapa dan berkenalan di ruang bermain daycare yang hangat

Hari-hari awal di daycare sering menjadi momen penting—bukan hanya bagi orang tua yang harus belajar melepas, tetapi juga bagi anak yang mulai belajar cara anak membangun pertemanan pertama di daycare. Berbeda dari interaksi dengan saudara atau keluarga di rumah, berteman dengan anak sebaya menuntut kemampuan baru: mendekati orang lain, membaca ekspresi wajah, mencoba bergabung dalam permainan, dan menemukan cara untuk diterima dalam kelompok. Proses ini wajar membutuhkan waktu, dan setiap anak punya kecepatan yang berbeda. Dengan dukungan yang tepat dari orang tua di rumah dan pengasuh di daycare, anak bisa melalui fase ini dengan lebih percaya diri dan tanpa tekanan berlebihan.

Kenapa Pertemanan Pertama Penting bagi Tumbuh Kembang Anak

Kemampuan berteman bukan sekadar soal punya kawan bermain. Dalam kerangka domain perkembangan anak usia dini yang banyak diacu kurikulum PAUD—merujuk pada pedoman WHO dan CDC tentang tonggak tumbuh kembang anak—keterampilan sosial berkaitan erat dengan domain sosial-emosional, bahasa, dan kognitif. Saat anak belajar mendekati teman baru, ia sekaligus melatih kemampuan berkomunikasi, mengatur rasa gugup atau takut ditolak, serta memahami bahwa orang lain bisa punya keinginan dan perasaan yang berbeda dari dirinya. Pertemanan pertama yang positif di daycare juga membangun rasa aman dan kepercayaan diri yang kelak anak bawa ke jenjang TK, SD, dan seterusnya. Anak yang terbiasa berinteraksi positif dengan teman sebaya sejak usia dini umumnya lebih mudah beradaptasi di lingkungan sosial baru di kemudian hari.

Tanda Anak Sudah Mulai Mencoba Berteman di Daycare

Orang tua tidak selalu melihat langsung proses ini karena terjadi saat anak berada di daycare. Namun, ada beberapa tanda yang bisa dikenali dari cerita anak sepulang daycare atau dari laporan harian pengasuh:

  • Anak mulai menyebut nama teman tertentu saat bercerita tentang hari di daycare
  • Anak meniru permainan atau gerakan yang dilakukan teman sebayanya
  • Anak mau duduk berdekatan atau berbagi mainan tanpa diminta
  • Anak terlihat senang atau mencari teman tertentu saat tiba di daycare

Jika tanda-tanda ini belum muncul dalam beberapa minggu pertama, bukan berarti anak gagal. Sebagian anak memang membutuhkan waktu lebih lama untuk merasa cukup nyaman sebelum mulai mendekati teman sebayanya.

Cara Orang Tua Membantu Anak Membangun Pertemanan Pertama di Daycare

Orang tua punya peran besar dalam membekali anak sebelum dan sesudah hari-hari di daycare. Beberapa cara sederhana yang bisa dicoba di rumah:

  • Latih anak menyapa dan memperkenalkan diri lewat permainan peran sederhana
  • Bacakan buku cerita bertema pertemanan agar anak punya gambaran konkret
  • Ajak anak bercerita tentang teman di daycare setiap pulang, tanpa memaksa
  • Beri contoh langsung cara berbagi dan bergiliran saat bermain di rumah
  • Hindari membanding-bandingkan jumlah teman anak dengan anak lain

Yang penting, lakukan ini secara konsisten dan tanpa terkesan memaksa. Anak lebih mudah menyerap keterampilan sosial lewat contoh dan pengalaman nyata dibanding lewat nasihat panjang.

Peran Pengasuh dan Kurikulum Daycare dalam Mendukung Keterampilan Sosial Anak

Di luar rumah, lingkungan daycare punya andil besar dalam memfasilitasi proses ini. Di Semesta Kecil, kurikulum harian dirancang berbasis 5–6 domain perkembangan anak, termasuk domain sosial-emosional yang secara khusus menstimulasi kemampuan anak berinteraksi dan membangun hubungan dengan teman sebaya lewat permainan kelompok kecil yang terstruktur. Pengasuh dilatih untuk mengenali anak yang masih ragu mendekati teman, lalu membantu memfasilitasi perkenalan tanpa membuat anak merasa dipaksa. Kemampuan membangun pertemanan juga berkaitan erat dengan bagaimana anak mengenali dan mengungkapkan emosinya sendiri—topik yang dibahas lebih dalam di Melatih Empati Anak Balita di Daycare. Jika Anda sedang mencari daycare di Jakarta Selatan yang memperhatikan perkembangan sosial anak secara personal, jangan ragu mengunjungi Semesta Kecil untuk melihat langsung bagaimana kurikulum berbasis domain perkembangan ini diterapkan dalam kegiatan sehari-hari si kecil.

Kapan Perlu Memberi Perhatian Lebih pada Keterampilan Sosial Anak

Setiap anak punya ritme berbeda dalam membangun pertemanan—ada yang cepat akrab, ada yang butuh waktu lebih lama untuk merasa nyaman. Ini wajar dan bukan tanda ada yang salah dengan anak maupun pola asuh orang tua. Namun, bila anak terus-menerus menghindari interaksi sosial, tampak sangat tertekan setiap kali diajak bermain bersama, atau pengasuh tidak melihat perkembangan apa pun setelah beberapa bulan, ada baiknya orang tua mendiskusikan hal ini dengan pengasuh di daycare atau tenaga profesional tumbuh kembang anak untuk memastikan tidak ada hal lain yang perlu diperhatikan lebih lanjut.

Membangun pertemanan pertama memang bukan proses instan. Tetapi dengan kesabaran dari orang tua di rumah dan dukungan lingkungan daycare yang tepat, anak akan belajar bahwa berteman itu menyenangkan dan aman—bekal sosial berharga yang akan terus berguna sepanjang hidupnya.

Artikel terkait

Ada pertanyaan? Chat kami di WhatsApp