Kenapa Anak Suka Menggigit atau Memukul Teman di Daycare?
September 28, 2026

Menggigit atau memukul teman adalah salah satu perilaku yang paling sering membuat orang tua khawatir saat anak mulai bergabung di daycare atau bermain bersama teman sebaya. Kekhawatiran ini wajar, apalagi jika laporan harian dari pengasuh menyebutkan bahwa anak menggigit atau memukul temannya di kelas. Namun sebelum terlalu cemas, penting untuk memahami bahwa perilaku ini cukup umum terjadi pada balita dan biasanya bukan tanda anak bermasalah, melainkan bagian dari proses belajar mengelola emosi yang belum matang.
Kenapa Anak Suka Menggigit atau Memukul Teman di Usia Balita?
Pada usia sekitar satu hingga tiga tahun, kemampuan bicara dan regulasi emosi anak masih dalam tahap berkembang. Ketika anak merasa frustrasi, kelelahan, atau ingin merebut mainan dari temannya, ia belum memiliki cukup kata-kata untuk mengungkapkan perasaan tersebut. Menggigit atau memukul kemudian menjadi cara tercepat yang ia ketahui untuk melampiaskan emosi yang meluap.
Materi panduan tumbuh kembang anak dari CDC menyebutkan bahwa perilaku impulsif seperti ini merupakan bagian normal dari perkembangan sosial-emosional balita, terutama ketika kemampuan bahasa ekspresif anak belum sejalan dengan intensitas emosi yang ia rasakan. Ini bukan berarti anak nakal atau akan tumbuh agresif secara permanen — melainkan fase yang bisa dilalui dengan pendampingan yang konsisten dari orang dewasa di sekitarnya.
Tanda-Tanda yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
Meski tergolong umum, orang tua dan pengasuh tetap perlu memperhatikan pola serta pemicu di balik perilaku menggigit atau memukul ini. Beberapa hal yang bisa diamati antara lain:
- Apakah perilaku muncul saat anak lelah, lapar, atau kelebihan stimulasi?
- Apakah ada pemicu spesifik, misalnya mainan direbut atau merasa diabaikan?
- Apakah frekuensinya berangsur menurun setelah beberapa minggu pendampingan, atau justru meningkat?
Cara Mengajarkan Anak Mengungkapkan Emosi Tanpa Menggigit atau Memukul
Orang tua dan pengasuh bisa membantu anak melewati fase ini dengan pendekatan yang sabar dan konsisten. Beberapa cara yang bisa dicoba:
- Beri nama pada emosi anak, misalnya, "Kakak kesal ya karena mainannya diambil."
- Ajarkan kalimat sederhana sebagai pengganti, seperti "aku pinjam dulu" atau "aku kesal".
- Tetap tenang dan tegas saat menegur, tanpa membalas dengan gigitan atau pukulan.
- Beri pujian saat anak berhasil mengungkapkan emosinya lewat kata-kata, bukan tindakan fisik.
- Latih giliran bermain di rumah sebagai persiapan sebelum anak bertemu banyak teman di daycare.
Konsistensi antara pendampingan di rumah dan di daycare sangat membantu anak memahami bahwa batasan yang sama berlaku di kedua lingkungan, sehingga proses belajarnya lebih cepat dipahami.
Kapan Perlu Konsultasi Lebih Lanjut?
Sebagian besar kasus menggigit atau memukul pada balita akan berkurang secara alami begitu kemampuan bahasa dan regulasi emosinya berkembang, biasanya menjelang usia tiga hingga empat tahun. Namun, jika perilaku ini terus berulang tanpa penurunan meski sudah didampingi secara konsisten selama beberapa bulan, disertai kesulitan berkomunikasi, atau muncul bersamaan dengan perubahan perilaku lain yang mencolok, ada baiknya orang tua berdiskusi lebih lanjut dengan pengasuh di daycare maupun tenaga profesional tumbuh kembang anak. Diskusi dini membantu memastikan tidak ada faktor lain yang turut memengaruhi perilaku anak.
Peran Pengasuh dan Kurikulum Daycare dalam Mendampingi Perilaku Ini
Di lingkungan daycare, peran pengasuh sangat besar dalam membantu anak melalui fase ini dengan cara yang tepat, bukan dengan menghukum atau memberi label negatif pada anak. Di Semesta Kecil (Kantong Daycare), sebagai Smart Neighborhood Daycare di Jakarta Selatan, pendampingan sosial-emosional menjadi bagian dari kurikulum harian yang dirancang berbasis 5-6 domain perkembangan anak, termasuk domain sosial-emosional dan bahasa. Pengasuh dibekali cara mengenali pemicu perilaku anak, memberikan intervensi yang konsisten, serta melaporkan perkembangan anak secara transparan kepada orang tua setiap hari melalui laporan harian.
Jika Anda sedang mencari daycare tepercaya di Jakarta Selatan yang memperhatikan tumbuh kembang sosial-emosional anak secara menyeluruh, jangan ragu untuk mengunjungi Semesta Kecil dan melakukan survei langsung, atau menghubungi tim kami untuk berdiskusi mengenai kebutuhan si kecil.
Menggigit atau memukul teman bukan akhir dari segalanya. Dengan pendampingan yang tepat dari rumah maupun daycare, anak akan belajar cara yang lebih baik untuk mengungkapkan emosinya seiring bertambahnya usia. Untuk tips lain seputar interaksi sosial anak, simak juga Cara Mengajarkan Anak Berbagi dengan Teman Sejak Dini yang membahas cara melatih anak berbagi dan menghadapi konflik kecil dengan teman sebaya.


