Batas Gula dan Garam untuk Balita Sesuai Rekomendasi WHO
October 10, 2026

Gula dan garam sering menyelinap ke dalam menu harian balita tanpa disadari orang tua, mulai dari camilan kemasan, biskuit, saus botolan, hingga makanan rumahan yang terasa "kurang gurih" tanpa tambahan garam. Padahal, batas gula dan garam untuk balita sudah diatur jelas dalam pedoman kesehatan anak usia dini, dan melewati batas ini sejak kecil bisa membentuk kebiasaan makan yang kurang sehat hingga anak besar nanti. Memahami batas ini penting agar tumbuh kembang anak tetap optimal dan terhindar dari risiko kesehatan jangka panjang. Artikel ini membahas rekomendasi WHO soal gula dan garam untuk balita, dampaknya jika berlebihan, serta cara praktis menerapkannya di rumah maupun di daycare sehari-hari.
Kenapa Gula dan Garam Perlu Dibatasi pada Balita?
Ginjal dan sistem pencernaan balita masih dalam tahap perkembangan, sehingga belum mampu memproses gula dan garam dalam jumlah besar seperti orang dewasa. Kebiasaan rasa yang dibentuk sejak usia dini juga cenderung menetap hingga anak besar nanti. Jika balita terbiasa dengan rasa yang terlalu manis atau terlalu gurih sejak kecil, ia akan lebih sulit menerima rasa alami makanan seperti sayur dan buah di kemudian hari, bahkan bisa menjadi pemilih makanan atau picky eater. Karena itu, membatasi gula dan garam sejak dini bukan sekadar soal kesehatan fisik semata, tapi juga membentuk pola makan yang lebih seimbang dan preferensi rasa yang lebih sehat untuk jangka panjang.
Batas Gula dan Garam untuk Balita Menurut WHO
World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar anak di bawah usia 2 tahun sama sekali tidak diberikan tambahan gula maupun garam dalam makanannya. Untuk anak usia 2-5 tahun, asupan gula tambahan (free sugars) sebaiknya dibatasi kurang dari 10% dari total energi harian, dan idealnya di bawah 5% untuk manfaat kesehatan yang lebih optimal. Sementara itu, asupan garam untuk anak usia dini dianjurkan tidak lebih dari 2 gram per hari, jauh lebih rendah dibanding kebutuhan orang dewasa yang dibatasi maksimal 5 gram per hari. Batas gula dan garam untuk balita ini berlaku untuk semua sumber, termasuk yang tersembunyi dalam makanan kemasan, saus sachet, sereal berperisa, keripik, hingga roti tawar biasa.
Dampak Jika Balita Kelebihan Gula dan Garam
Konsumsi gula berlebih pada balita berisiko memicu gigi berlubang sejak usia dini, gangguan nafsu makan karena rasa kenyang semu, serta kebiasaan menyukai makanan manis secara berlebihan di kemudian hari. Di sisi lain, asupan garam yang terlalu tinggi membebani kerja ginjal balita yang belum matang sepenuhnya dan dapat membentuk kebiasaan menyukai rasa asin berlebihan. Pada jangka panjang, kebiasaan ini juga dikaitkan dengan risiko tekanan darah tinggi di usia dewasa apabila terbentuk sejak kecil. Kedua kebiasaan ini, jika dibiarkan, berpotensi membentuk pola makan yang kurang seimbang hingga anak tumbuh besar.
Cara Praktis Menerapkan Batas Gula dan Garam di Menu Harian Anak
Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan orang tua maupun pengasuh di daycare untuk menjaga batas gula dan garam untuk balita tetap sesuai anjuran:
- Pilih buah segar sebagai pemanis alami pengganti gula tambahan pada camilan atau minuman anak.
- Masak makanan rumahan dengan sedikit atau tanpa tambahan garam, lalu kenalkan rasa alami bahan makanan sejak dini.
- Baca label kemasan dan hindari produk dengan kandungan gula atau natrium tinggi di urutan atas komposisi.
- Batasi camilan kemasan seperti biskuit, keripik, dan minuman manis kemasan.
- Libatkan anak memilih buah atau sayur saat berbelanja agar ia terbiasa dengan pilihan makanan sehat sejak dini.
Peran Daycare dalam Mendukung Pola Makan Sehat Balita
Di Semesta Kecil, Smart Neighborhood Daycare di Jakarta Selatan, menu harian anak disusun dengan memperhatikan batas gula dan garam untuk balita sesuai rekomendasi kesehatan, sebagai bagian dari kurikulum berbasis 5-6 domain perkembangan anak, termasuk domain fisik dan kesehatan. Pola makan yang terjaga ini saling melengkapi dengan kebiasaan sehat lain, seperti yang dibahas pada artikel kami tentang menu makan bergizi anak di daycare. Orang tua yang ingin memastikan anak mendapat menu sehat dan seimbang setiap hari dapat mengunjungi atau menghubungi Semesta Kecil untuk konsultasi dan pendaftaran lebih lanjut.


