Mengenal Pendekatan HighScope untuk Anak Usia Dini
October 9, 2026

Saat menyurvei beberapa daycare di Jakarta Selatan, orang tua sering mendengar istilah kurikulum seperti Montessori atau Reggio Emilia. Namun ada satu pendekatan lain yang mulai banyak diadopsi lembaga pendidikan anak usia dini, yaitu pendekatan HighScope. Pendekatan HighScope untuk anak usia dini menekankan proses belajar aktif lewat pilihan dan refleksi anak sendiri, bukan sekadar mengikuti instruksi pengasuh. Memahami cara kerja pendekatan ini bisa membantu orang tua menilai apakah filosofi belajar di sebuah daycare benar-benar cocok untuk kebutuhan anak.
Apa Itu Pendekatan HighScope?
HighScope adalah pendekatan pendidikan anak usia dini yang dikembangkan di Amerika Serikat sejak akhir 1960-an oleh David Weikart dan timnya. Inti dari pendekatan ini adalah siklus Plan-Do-Review: anak merencanakan aktivitas yang ingin dilakukan, menjalankan rencana tersebut, lalu menceritakan kembali apa yang sudah dikerjakan bersama pengasuh atau teman sekelas. Proses ini berulang setiap hari sehingga anak terbiasa membuat keputusan kecil, mencoba, dan merefleksikan pengalamannya sendiri. Berbeda dengan metode yang serba terstruktur oleh orang dewasa, HighScope memberi anak ruang lebih besar untuk menentukan apa yang ingin dipelajari, sementara pengasuh berperan mengamati dan memberi dukungan di saat yang tepat.
Ciri Khas Pendekatan HighScope Dibanding Montessori dan Reggio Emilia
Beberapa daycare di Jakarta Selatan sudah lebih dulu mengenalkan pendekatan Montessori atau Reggio Emilia. HighScope punya beberapa ciri yang membedakannya, meski sama-sama berpusat pada anak:
- Siklus harian Plan-Do-Review yang konsisten, membuat anak terbiasa merencanakan dan merefleksikan aktivitasnya sendiri.
- Ruang kelas dibagi menjadi beberapa area minat, seperti area balok, seni, buku, dan dapur-dapuran, yang bisa dipilih anak secara bebas.
- Pengasuh berperan sebagai pengamat dan fasilitator, bukan pemberi instruksi utama sepanjang kegiatan.
- Lebih menekankan rutinitas reflektif harian, sementara Montessori menitikberatkan material belajar individual dan Reggio Emilia berpusat pada proyek berbasis minat komunitas.
Ketiga pendekatan ini sebenarnya saling melengkapi, dan banyak daycare modern mengambil elemen dari lebih dari satu filosofi. Jika Anda ingin membandingkan lebih jauh, kami juga pernah membahas pendekatan Reggio Emilia untuk tumbuh kembang anak sebagai salah satu filosofi belajar berbasis minat anak yang populer di Indonesia.
Manfaat Pendekatan HighScope untuk Anak Usia Dini
Siklus Plan-Do-Review dalam pendekatan HighScope sebenarnya menyentuh beberapa aspek perkembangan anak sekaligus. Saat anak merencanakan aktivitas, ia melatih kemampuan berpikir dan membuat keputusan sederhana. Saat menjalankan rencana, anak mendapat kesempatan bergerak aktif dan berinteraksi dengan teman, yang turut melatih keterampilan motorik dan sosial. Pada tahap review, anak diajak menceritakan kembali apa yang telah dilakukan, sebuah latihan yang bermanfaat untuk kemampuan bahasa dan rasa percaya diri. Karena anak terbiasa membuat pilihan dan melihat hasilnya sendiri, pendekatan ini juga membantu menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemandirian secara bertahap. Pola belajar semacam ini sejalan dengan prinsip bahwa anak usia dini berkembang secara holistik lewat berbagai domain yang saling berkaitan, mulai dari motorik, bahasa, kognitif, hingga sosial-emosional.
Bagaimana Memilih Daycare dengan Pendekatan yang Tepat untuk Anak Anda
Tidak ada satu pendekatan yang pasti lebih baik untuk semua anak. Yang lebih penting adalah bagaimana sebuah daycare menerapkan filosofinya secara konsisten dalam kegiatan sehari-hari. Sebelum mendaftarkan anak, ada baiknya orang tua menanyakan beberapa hal berikut saat survei langsung ke lokasi:
- Bagaimana rutinitas harian anak disusun, dan apakah ada ruang bagi anak untuk memilih aktivitasnya sendiri?
- Apa peran pengasuh dalam kegiatan belajar, mengarahkan penuh atau mendampingi sambil mengamati?
- Apakah kurikulum yang digunakan mengacu pada domain perkembangan anak secara menyeluruh, bukan hanya akademik?
Di Semesta Kecil, kurikulum harian kami dirancang mengacu pada 5-6 domain perkembangan anak usia dini, menggabungkan rutinitas yang konsisten dengan ruang bagi anak untuk aktif memilih dan mencoba, sejalan dengan prinsip yang juga dipegang pendekatan HighScope. Sebagai Smart Neighborhood Daycare di Jakarta Selatan, kami percaya anak belajar paling baik lewat pengalaman nyata yang didampingi pengasuh yang hangat dan konsisten. Jika Anda ingin melihat langsung bagaimana kurikulum ini berjalan di kelas, Anda bisa mengunjungi Semesta Kecil atau menghubungi tim kami untuk menjadwalkan kunjungan percobaan sebelum memutuskan mendaftarkan anak.


